Minggu, 16 Oktober 2011

Teknik Listrik dan Elektronika

Listrik adalah perpotongan medan magnet utara dengan medan magnet selatan yang menimbulkan FLUKS ( GGL ) Gaya Gerak Listrik.

Listrik dibagi atas 2 :
  • AC ( Alternatif Culrrent )
  • DC ( Direck Current )
Ac merupakan arus listrik bolak - balik sedangkan DC searah.
Perbedaan antara AC dan DC apabila kita pegang maka arus bolak - balik akan menarik.
Untuk mengetahui arus AC dan DC menggunakan alat ( AVOMETER ).

Generator Listrik merupakan pesawat yang dapat menghasilkan listrik.
Generator terdiri dari 2 komponen utama yaitu Stator dan Rotor.

Stator merupakan bagian yang diam
Rotor merupakan bagian yang berputar

AVR merupakan suatau alat yang menginjeksikan arus listrik kedalam generator secara teratur dan terus menerus dan bersinambungan.

1. Arus Listrik

adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.



Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.

“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor”

Formula arus listrik adalah:

I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

2. Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.

Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”.

Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:

Q = I x t
I = Q/t
t = Q/I

Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik”

“muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan ”coulomb (C)”, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik”

3. Rapat Arus

Difinisi :
“rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”.



Gambar 2. Kerapatan arus listrik.

Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²), ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1,5 mm²).

Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).



Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)

Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat:

J = I/A
I = J x A
A = I/J

Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm²]


4. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar

Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan.

Tahanan didefinisikan sebagai berikut :

“1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C"

Daya hantar didefinisikan sebagai berikut:

“Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”.

Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:

R = 1/G
G = 1/R

Dimana :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho]



Gambar 3. Resistansi Konduktor

Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm.

“Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah” :

R = ρ x l/q

Dimana :
R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
l = panjang kawat [meter/m] l
ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]

faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor .
• temperatur.

"Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"


5. potensial atau Tegangan

potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari hal tersebut, kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan dari potential difference adalah Volt.

“Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb”

Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:

V = W/Q [volt]

Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb


RANGKAIAN LISTRIK

Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban



Gambar 4. Rangkaian Listrik.

Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup.

1. Cara Pemasangan Alat Ukur.
Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil.

“alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter”

2. Hukum Ohm
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :

I = V/R
V = R x I
R = V/I

Dimana;
I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm

• Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah:
P = I x V
P = I x I x R
P = I² x R

3. HUKUM KIRCHOFF

Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0).



Gambar 5. loop arus“ KIRChOFF “

Jadi:
I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5


Elektronika.

Pada Sistem Tenaga Listrik terdapat penggunaan komponen elektronika yang umumnya dipakai dalam rangkaian pengaturan motor-motor listrik. Komponen-komponen elektronika yang dipergunakan pada sistem tenaga listrik pada prinsipnya harus mampu menghasilkan daya yang besar atau mampu menahan disipasi daya yang besar.

Elektronika daya meliputi switching, pengontrolan dan pengubah (konversi) blok-blok yang besar dari daya listrik dengan menggunakan sarana peralatan semikonduktor. Dengan demikian elektronika daya secara garis besar terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu :

1. Rangkaian Daya
2. Rangkaian kontrol

Pada gambar berikut menunjukkan hubungan antara kedua rangkaian diatas yang terintegrasi menjadi satu, dimana keduanya banyak memanfaatkan peralatan semikonduktor.



Rangkaian daya terdiri dari komponen Dioda, Thyristor dan Transistor Daya. Sedangkan rangkaian kontrol terdiri atas Dioda, Transistor dan rangkaian terpadu (Integrated Circuit / IC).

Dengan menggunakan peralatan-peralatan yang serupa keandalan dan kompatibilitas dari perlengkapan (sistem) akan dapat diperbaiki. Elektronika daya merupakan bagian yang penting dalam industri-industri, yaitu dalam pengontrolan daya pada sistem, proses elektronika dan lain-lain.

I. DIODA

Dioda merupakan penyatuan dari lapisan P dan N sebagaimana gambar struktur dan simbol lapisan.



Syarat dioda dalam keadaan ON adalah Vak positip sedangkan untuk OFF adalah Vak negatif.



Karateristik tersebut menggambarkan hubungan antara arus dioda (IR dan IF) agar Vak dalam kondisi menahan arus (OFF) maupun dalam keadaan mengalir (ON). Dalam keadaan OFF, Vak = Vr = negatif, maka dioda menahan arus namun terdapat arus bocor Ir yang kecil.

Dalam keadaan ON, Vak = Vf = positif, dioda mengalirkan arus namun terdapat tegangan jatuh pada dioda = ∆ Vf, dan jika ∆ Vf ini makin besar untuk arus dioda yang makin tinggi, berarti rugi konduksi If * ∆ Vf naik. Terlihat pula pada karateristik dioda diatas bahwa bila Vr terlalu tinggi dioda akan rusak.

Karateristik Switching

Karateristik ini menggambarkan sifat kerja dioda dalam perpindahan keadaan ON ke OFF dan sebaliknya.



Dioda akan segera melalukan arus jika Vr telah mencapai lebih dari Vf minimum dioda kondusif dan pada saat OFF terjadi kelambatan dari dioda untuk kembali mempunyai kemampuan memblokir tegangan reverse. Dari gambar diatas tgerlihat adanya arus balik sesaat pada dioda, dimana arus balik ini terjadi pada saat peralihan keadaan dioda dari kondisi ON ke kondisi membloking tegangan reverse.

Dengan adanya sifat arus balik, maka diperoleh dua jenis penggolongan dioda yaitu :
1. Dioda Cepat, yaitu dioda dengan kemapuan segera mampu membloking
tegangan reverse yang cepat, orde 200 ns terhitung sejak arus forward dioda
sama dengan 0 (nol).

2. Dioda Lambat, yaitu untuk hal yang sama dioda memerlukan waktu lebih lama,
Q32 > Qs1.

Terminologi karateristik dioda

Trr : Reverse Recovery Time, waktu yang diperlukan dioda untuk bersifat membloking tegangan forward.
Tjr : Waktu yang diperlukan oleh Juction P-N untuk bersifat membloking.
Tbr : Waktu yang diperlukan daerah perbatasan Junction untuk membentuk zone bloking.
Qs : Jumlah muatan yang mengalir dalam arah reverse selama perpindahan status dioda ON ke OFF.

Dioda jenis lambat banyak digunakan pada rangkaian konverter dengan komutasi lambat/natural, seperti rangkaian penyearah. Sedangkan Dioda jenis Cepat dipergunakan pada konverter statis dengan komutasi sendiri seperti misalnya pada DC Chopper, konverter komutasi sendiri dll.

Kemampuan Tegangan

Dioda bersifat memblokir tegangan reverse, ternyata mampu menahan tegangan tersebut tergantung pada karateristik tegangan itu sendiri.



VRWM = Puncak tegangan kerja normal.
VRRM = Puncak tegangan lebih yang terjadi secara periodik.
VRSM = Puncak tegangan lebih tidak periodik.

Kemampuan Arus Dioda

Adanya tegangan jatuh konduksi ∆ Vf menyebabkan rugi daya pada dioda yang keluar dalam bentuk panas. Temperatur junction maksimum terletak antara 110°C - 125°C. Panas yang melebihi dari temperatur ini akan menyebabkan dioda rusak. Temperatur maksimum ini dapat dicapai oleh bermacam-macam pembebanan arus terhadap dioda.



If (AV) : Arus rata-rata maksimum yang diijinkan setiap harga arus rata-rata akan menghasilkan suatu harga temperatur akhir pada junction dioda. Batas If (AV) ini juga tergantung pada temperatur ruang dan jenis sistem pendinginan (Heat-sink).

If (RMS) : Harga effektif maksimum arus dioda. Harga rata-rata yang di bawah If (∆V) maksimum, belum menjamin keamanan operasi dioda terutama arus beban dioda dengan form factor yang tinggi. ( Rate Mean Square )

If (RM) : Harga puncak arus lebih periodik yang diijinkan.

If (SM) : Harga puncak arus lebih non periodik yang diijinkan

T : Batas integral pembebanan arus dimana dioda masih mampu mengalaminya.

Besaran ini berlaku untuk ½ cycles atau 1 ms dan merupakan pedoman dalam pemilihan pengaman arus.

Contoh data Fast Dioda Type MF 70
Maximum repetitive peak reverse voltage, Vdrm = 1200 Volt.
Mean forward current, If (AV) = 70 A
RMS forward current, Irms max = 110 A
Non repetitive forward current, If (ms) = 700 A
Forward V-Drop, Vfm=V, pada Ifm = 210 A
Peak reverse current, Irm = 5 mA
Reverse recovery time, trr = 200 ns
Stored, charger, Qrr = T µc (Qs)
Thermal resistance, Rth-jc = 0,37°C/w

Pada artikel lanjutan akan dibahas mengenai: SCR (Silicon Controlled Rectifier), TRIAC (Trioda Alternating Current Switch), DIAC (Bilateral Trigger Dioda) dan UJT (Uni-Juntion Transistor).

Sabtu, 17 September 2011

Teknologi Pebengkelan Serta Perawatan Dan Perbaikan Permesinan

Teknologi Perbengkelan

Peralatan Kerja Bengkel.

Alat-alat Tangan(Basic Hand Tool)
Alat-alat tangan merupakan peralatan sederhana yang biasa digunakan dalam pekerjaan di bengkel, baik itu dalam kegiatan kerja bangku maupun kegiatan perawatan/reparasi kendaraan, yang penggunaannya cukup sederhana. Alat tangan di bengkkel otomotif merupakan alat yang paling sering dipakai, sebab itu disimpan dalam tool box agar mudah dijangkau. Terdapat banyak ragam alat-alat tangan, akan tetapi yang biasa dipakai dalam pengerjaan
pemeliharaan dan perbaikan kendaraan diantaranya adalah sebagai
berikut:


1.Pembuka baut/mur (Kunci)
Komponen kendaraan seperti sepeda motor dapat dilepas dan dipisahkan karena komponen tersebut umumnya dirakit satu sama lainnya. Melepaskan/ merakit komponen atau bagian-
bagian kendaraan tersebut membutuhkan alat pembukan baut/ mur.
Alat pembuka baut/ mur terdiri dari kunci yang dirancang secara khusus untuk dapat lebih memudahkan dalam membuka dan mengencangkan baut. Konstruksinya dapat terdiri dari 6
sudut dan 12 Sudut. Sedangkan ukurannya juga bervariasi mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sesuai kebutuhan, namun yang umum dipakai pada bengkel kendaraan adalah ukuran 6 mm s/d 32 mm. terdapat beberapa bentuk kunci pembuka baut/ mur, diantaranya:


a.Kunci pas
Merupakan kunci yang berfungsi untuk membuka baut/ mur yang tidak membutuhkan momen pengencangan tinggi. Ukuran kunci pas bervariasi dalam satuan metric (mm) dan inchi
(in). pada sebuuah kunci pas terdapat dua ukuran mulut kunci pas yang berbeda misalnya 6mm dan 8mm, 10mm dan 12mm,dan sebagainya.
Sesuai bentuk mulutnya, pada waktu digunakan sebuah kunci pas dengan kuat akan memegang dua sisi kepala baut/mur. Pada saat digunakan pastikan bahawa kunci pas yang
dipilih sesuai atau tepat dengan ukuran baut/ mur. Masukkan mulut kunci pas ke kepala baut. Penjepitan yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan pada kepala baut dan mulut
kunci pas.

Mulut kunci pas dibuat miring 15° terhadap pegangannya sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai secara bolak- balik pada posisi menarik kea rah dalam atau posisi mendorong
keluar.
Penting:

tidak benar menggunakan kunci pas berukuran lebih kecil
atau lebih besar dibandngkan ukuran baut atau mur yang
akan dipasang/dilepas.
Dalam usaha untuk membuka baut/ mur, jangan
memperpanjang kunci pas dengan sambungan atau
memukulnya kunci pas akan slip dan merusakkan kepala
baut/ mur sebaliknya dapat mematahkan mulut kunci pas itu
sendiri.


b.Kunci Ring
Kunci ring adalah juga berfungsi
mengendorkan/mengencangkan baut/mur dengan momen kekencangan yang tidak terlalu tinggi. Bedanya adalah mulut kunci jenis ini berbentuk bulat dan memiliki 12 lekukan ((sudut)
yang dapat memegang dengan kuat 6 sisi mur atau kepala baut sehingga tidak mudah slip ketika digunakan.

c.Kunci shock
Kunci shock berfungsi untuk mengendorkan/ mengencangkan baut/mur. Biasanya kunci socket terdiri dari Socket, Sambungan, dan handle yang terpaket dalam satu set(box) dengan ukuran shocket yang bermacam-macam dalam satuan mm atau inchi. Setiap kunci shock memiliki ukuran
sendiri-sendiri. Set kunci shick terdiri atau ukuran 10-33 mm. Model kunci shock bervariasi seperti mulut kunci shock standar (standart point) dengan 6, 8, atau 12 lekukan (point deep). Ketiga model kunci shock pada saat digunakan dapat memegang dengan kuat 6 sisi baut/mur.

Berbeda dengan kunci ring dan kunci pas, karena tidak memiliki pasangan langsung, kunci shock bisa digunakan setelah disambungkan dengan pegangannya. Adapun model handle kunci shock antara lain:


Rachet Handle

Handle kunci shock ini arah putarannya dapat disetel sesuai dengan keperluan (arah untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur) tanpa mengubah arah putaran tangan.
Sehingga rachet handle sangat cocok dipakai untuk memutar baut/mur pada tempat yang sempit.
Speed handle

Speed handle merupakan tangkai kunci shockpanjang untuk melepaskan atau mengencangkan baut yang ulirnya panjang dan dalam.

Sliding Handle

Slidiing Handle
Sliding handle merupakan tangkai yang biasa digunakan untuk melepaskan atau mengencangkan mur/baut yang memiliki momen pengencangan yang cukup tinggi.


L Handle

“L” handle
Kunci shock yang dipasangkan pada L handle dapat bergerak bebas sehingga kemungkinan untuk digunakan pada posisi-posisi
rumit. Set shock juga telah dilengkapi dengan penyambung (extension). Model penyambung kunci shock adalah universal joint, adaptor solid extension bar, dan flexible extension bar.
Penyambung (extension) ini diggunakan untuk menghubungkan handle dengan kunci shock jika mur/baut tidak dapat dijangkau tangkai yang
ada.

d.Kunci L (Allen Wrench)
Kunci L biasanya digunakan untuk membuka/ mengencangkan baut yang yang pada kepala bautnya menjorok ke dalam. Terdapat berbagai ukuran kunci L yang biasanya terdiri dari 2-22mm. Penampang kunci L yang banyak di pasaran adala penampang berbentuk segi enam (hexagonal) dan berbentuk gerigi (L bintang).


e.
Kunci Inggris
(adjustable wrench)
Kunci Inggris (adjustable wrench) merupakan kunci untuk mebuka/ mengencangkan baut yang ukurannya dapat diubah- ubah sesuai dengan limit maksimumnya. Kunci ini memiliki
rahang tetap dan rahang yang dapatt disetel. Salah satu bentuk
kunci inggris dibuat bersudut 15° antara mulut kunci dengan pegangannya dengan lebar mulut 13-35 mm. pada model lain,
mulut kunci dibuat besudut 45° terhadap pegangannya dan mempunyai ukuran mulut 26-83mm.
Cara penggunaannya dengan jalan memutarkan penyetel rahang sementara mulut kunci ditempatkanpada kepala baut atau mur. Mulut kunci disetel membesar dan mengecil sesuai
ukuran baut/mur.

f.Kunci kombinasi/pas-ring
Kunci kombinasi adalah gabungan dari kunci pas dan kunci ring dimana pada kedua bagiannya terdiri dari kunci pas dan kunci ring

2.Obeng
Obeng merupakan alat yang berfungsi untuk membuka sekrup atau baut yang kekuatan momennya relative rendah. Terdapat 3 (tiga) jenis obeng yaitu obeng biasa, obeng offset dan
obeng Tumbuk (obeng ketok). Sedangkan ditinjau dari segipenampangnya, terdapat bentuk plus (+) dan obeng pipih/min
(-).

a.Obeng Biasa
Obeng biasa terdiri dari tangkai dan bilah obeng. Ada
obeng biasa yang tangkai dan bilah obengnya tidak dapat dilepas, namun ada pula yang bilahnya dapat dilepas dan diganti-ganti. Obeng biasa digunakan untuk mengendorkan/mengencangkan sekrup atau baut sesuai ukurannya. Pilihlah mata obeng yang sesuai dengan alur kepala baut/sekrup. Penggunaan mata obeng yang besar dari alur kepala baut dapat menyebabkan kerusakan alur baut dan juga
kerusakan mata oobeng itu sendiri.
b.Obeng Offset
Obeng offset mempunyai bilah yang sekaligus sebagai tangkainya. Obeng ini memiliki mata pada kedua ujungnya berbentuk kembang/Philips (+) atau minus (-). Obeng offset berfungsi untuk mengencangkan baut dangan kepala beralur
atau sekrup yang letaknya tidak dapat dijangkau oleh jenis obeng biasa.
c.Obeng Ketok
Obeng ketok berfungsi untuk mengeraskan atau mengendoorkan baut kepala beralur atau sekkrup yang momen pengencangannya relative lebih tinggi. Obeng ini terdiri dari tangkai dan bilah yang dapat dilepas. Bila digunakan, maka perlu dipilih bilah obeng ketok yang sesuai dengan ukuran dan bentuk sekrup atau bautnya.


Obeng Ketok dan Palu
Cara menggunakan obeng ketok dengan jalan memukul ujung bodi obeng dengan palu sambil tangkai obeng ketok diputar sehingga blade dapat memutar ke kanan atau ke kiri (mengeraskan atau mengendorkan). Posisi antara biilah obeng dengan sekrup atau baut diupayakan harus tetap tegak. Dengan memutar blade obeng secara tiba-tiba, maka baut atau sekrup yang kencang dapat dikendorkan dengan mudah. Begitu pula sebaliknya pada saat mengencangkan.


3.Tang
Tang dalam bengkel otomotif digunakan untuk bermacam- macam pekerjaan misalnya untuk memegang, memotong, melepas dan memasang komponen. Penggunaan tang
menyesuaikan dengan bentuk mulut, pisau potong dan penyetel. Penggunaan tang yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan pada komponen.
Jenis-jenis tang yang digunakan dalam servis kendaraan bervariasi sepperti tang potong, tang kombinasi, tang snap ring, tang pegas torak, tang kuat, dan sebagainya. Perawatan tang sangat mudah yakni dengan selalu membersihkan permukaan, sedangkan sambungan yang bergesekan harus senantiasa diberi pelumas.
a.Tang Kombinasi
Adalah tang yang berfungsi ganda karena dapat digunakan sebagai alat menjepit dan memotong. Tang kombinasi memiliki sisi potong, rahang bergerigi sehingga dapat dipakai untuk membengkokkan kawat ukuran tertentu, memegang benda berpenampang bulat, memotong kabel, kawat lunak dan dapat berfungsi sebagai kunci pipa kecil. Tang kombinasi tidak berfungsi sebagai pangganti kunci pas untuk membuka/ mengencangkan baut/mur.

b.Tang Poligrip(griping pliers)
Tang poligrip berfungsi untuk memegang/menahan benda kerja. Tang ini dilengkapi dengan pengatur rahang yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya rahang sehinggamemungkinkan untuk memegang benda kerja dalam berbagai ukuran. Tang poligrip tidak digunakan untuk mengencangkan/mengendorkan baut/murk arena akan mengakibatkan kerusakan pada sisi-sisi baut/mur itu.

c.Tang kuat (vice grip)
Vice grip berfungssi untuk mengendorkan mur/baut yang telah rusak dan tidak dapat lagi dibuka dengan kunci ring atau kunci shock. Daya cengkraman mulut tang jenis ini relative lebih kuat dari tang lainnya karena memiliki penyetel yang mengatur besar kecilnya mulut tang kuat. Tang ini juga sering disebut tang bethet.

d.Tang Potong
Adalah jenis tang yang dapat digunakan untuk memotong logam lunak misalnya; kabel/kawat, atau plat tipis. Tang potong dibedakan menjadi tang potong khusus kelistrikan (multipurpose
electrician’s), tang potong diagonal, tang potong ujung (end cutting), tang potong sisi (side cutting), dan tang potong baut.

e.Tang Ring Torak (Piston ring expander)
Tang ini dibuat dengan bentuk khusus untuk melepas dan memasang ring piston/torak. Rahang tang ini didesain dengan bentuk khusus agar dapat menahan kedua ujung ring piston dengan aman pada saat dipasang atau dilepas dari alur piston.
Karena sifat yang mudah patah, maka saat memasang dan melepas diupayakan ring torak tidak boleh melengkung terlalu lebar.

Piston ring ekspander dan penggunaannya Ketika digunakan, sisi penahan tang ring torak harus
dipasangkan tepat pada kedua ujung ring torak. Kedua tangkai tang ditekan perlahan,bersamaan dengan itu ring torak melebar. Tetap pada posisi ini keluarkan ring torak dari alurnya. Untuk pemasangan ring torak, tempatkan ring torak pada rahang tang ring torak danpasanglah ring torak pada alur ring torak.

f.Tang Snap Ring
Tang Snap Ring merupakan tang yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang snap ring. Snap ring merupakan penahan atau cincin pengunci dari baja. Tang snap ring terdiri dari tang snap ring buka (eksternal snap ring) dan tang snap ring tutup
(internal snap ring)

g.Tang Moncong panjang(long nose)
Tang moncong panjang (long nose pliers) berfungsi Manahan atau memegang, meletakkan dan mengambil benda-benda kecil di kedalaman tertentu tanpa merusak benda kerja. Tang
moncong panjang mempunyai bentuk rahang panjan dan
sempit. Tang ini ada yang berbentuk lurus dan bengkok.

4.Pembuka katup(valve spring compressor)
Adalah alat yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang katup pada motor 4 tak. Konstruksi dan ukuran alat ini bermacam-macam bentuk. Terdapat model rahang (jaw) dapat dilepas dan digantikan dengan ukuran yang sesuai dan model expansion. valve spring compressor dann penggunaannya Cara penggunaannya adalah dengan cara menekan ujung penekan valve spring kompresor pada pegas katup dan rahang dipasangkan pada sisi dalam daun katup. Atur posisi penekan pegas (thread adjustment) pegas katup yang baik, kemudian
tuas/ gagang (clamping lever) ditekan penuh. Pada kondisi ini pegas katup ikut memendek sehinggakuku penehan dan pegas katup dapat dilepas dengan mudah, selanjutnya katup dapat
dikeluarkan.

5.Ring compressor
Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan pisto ke dalam silinder. Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran, menyerupai silinder linear yang telah dilengkapi dengan penyetel. Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor (membesar dan mengecil)
ketika digunakan

6.Palu
Palu merupakan alat yang dipakai sebagai pemukul untuk
memasang dan melepaskan komponen-komponen mesin seperti
pada pemasangan bearing, melepas sambungan pada propeller
shaft, dan sebagainya. Pada bengkel otomotif palu bisa
dikategorikan ke dalam 2 (dua) kategori besar yaitu; palu keras
dan palu lunak.
a.Palu keras/ palu besi
Kepala palu dibuat dari baja yang kedua ujungnya
dikeraskan. Ukuran palu ditentukan oleh berat, biasanya antara
0,3 – 1,4 kg.bagian muka palu dibuat dalam berbagai bentuk
seperti bulat, rata, dan menyilang pada kedua ujungnya. Palu
kepala bulat
seperti konde dimaksudkan agar waktu digunakan
untuk memukul, dapat berhenti di tengah-tengahpada satu titik
pukulan. Palu
kepala rata
digunakan untuk membentuk
pemukulan benda kerja menjadi rata. Sedangkan palu
kepala
menyilang
dimaksudkan untuk membentuk tekukan pada benda
kerja.
berbagai bentuk kepala palu besi. a) kepala bulat; b)
kepala menyilang; c) kepala rata
Penggunaan palu besi
b.Palu Lunak
Palu lunak (malet) dibuat dari bahan kayu, plastic, karet
dan tembaga. Kapala palu lunak plastic dapat dilepas atau
diganti karena menggunakan sekrup sebagai pengikat palu. Palu
lunak dipakai untuk memasang dan membongkar komponen
mesin yang dihindarkan dari bekas pukulan, misalnya bearing,
poros komponen, kepala blok silinder, kepala silinder, dan
komponen lainya. Penggunaan palu lunak yang tidak benar
dapat mengakibatkan kerusakan pada muka palu, mengembang seperti cendawan. Jika ditemukan hal seperti ini terlebih dahulu
gerinda atau kikir sisi-sisi permukaan palu sebelum digunakan.
Berbagai jenis palu lunak. a) palu kayu; b) palu karet; c) palu
tembaga; d) palu plastic.


7.Tap dan Snai
Tap dan snai adalah alat yang digunakan untuk membuat ulir.
Tap digunakan untuk membuat ulir dalam sadangkan snai
digunakan untuk membuat ulir luar.

Tap dan Snai. Kiri; tap. Kanan; snai
Tap terdiri dari 3 bagian yaitu tap pembentuk (tap 1), tap
menengah (tap 2), dan tap akhir (tap 3). Pembuatan ulir dengan
menggunakan tap adalah terlebih dahulu melubangi benda kerja
dengan bor dengan ukuran yang tepat. Lubang pengeboran yang
terlalu kecil akan mengakibatkan kerusakan pada alat tap
selama proses penguliran. Sebaliknya lubang bor yang terlalu
besar akan menghasilkan pembuatan bentuk ulir dalam yang
tidak sempurna.
Agar menghasilkan ulir yang sempurna, tap dipakai secara
berurutan pada pembuatan ulirnya. Tahap awal pembentukan
ulir kasar gunakan tap pembentuk, pembentukkan ukuran dan
bentuk ulir dengan tap menengah, kemudian untuk
menyempurnakan ukuran dan bentuk ulir dengan menggunakan
tap akhir.


Alat Ukur Mekanik
Alat ukur mekanik adalah alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengetahui ukuran atau dimensi dan kondisi fisik suatu komponen seperti panjang, lebar, tinggi, kerataan, dan sebagainya.Dalam penggunaannya pembacaan hasil pengukuran dengan alat ukur
mekanik dapat langsung dibaca pada skala alat ukurnya atau dengan bantuan alat ukur lain yang memiliki skalau ukur. Adapun alat ukur mekanik diantaranya adalah:
a.Mistar Baja
Mistar baja digunakan di bengkel untuk panjang, lebar atau
tebal suatu benda. Mistar baja juga bisa dipakai menggantikan
straight edge untuk memeriksa kerataan, misalnya kerataan
kepala silindermotor/mobil. Permukaan dan bagian sisi rata
mistar baja terdapat guratan-guratan sebagai sisi ukur. Untuk
ukuran metrik : 1 cm dibagi dalam 10 bagian atau 20 bagian
yang sama, sedangkanpada ukuran inchi/ dim, 1 inchi dibagi
menjadi 16 atau 32 bagian sehingga berjarak 1/8”, 1/16”, 1/32”.
Selain mistar baja, di bengkel juga sering digunakan mistar
gulung untuk mengukur bagian yang cembung, menyudut,
cekung dan benda-benda yang panjang dan tak bisa diukur
dengan mistar baja.

b.Straight Edge
Straight edge merupakan alat ukur untuk mengukur kerataan
atau kebengkokan permukaan dari suatu komponen. Bentuk
straight edge tampak seperti mistar baja, tetapi tidak terdapat
skala ukuran pada permukaannya serta lebih tebal. Dalam
bidang otomotif, straight edge digunakan misalnya untuk
mengukur kerataan permukaan blok silinder dan kepala silinder sepeda motor atau mobil. Untuk mengetahui kerataan dan
keausan dari plat penekan, masukkan feeler gauge ukuran
tertentu di antara permukaan plat dan straight edge .

c.Kunci Momen
Kunci momen
(torgue wrench)
digunakan untuk mengukur
gaya punter pada baut dan mur agar mencapai momen
kekencangan tertentu. Jenis kunci momen yang ada terdiri atas
model deflecting beam
(batang jarum),
model dial indicator, dan
model setting micrometer. Kunci momen model deflecting beam,
menunjukkan besar ukuran momen kekencangan oleh sebuah
batang penunjuk. Batang oenunjuk akan bergerak dan menunjuk
pada skala tertentu seiring dengan besarnya momen
pengencangan yang dilakukan. Pada model lain, momen
kekencangan yang diinginkan dapat diatur dengan cara
menyetel ukuran kekencangan
(setting micrometer)
pada
tangkai kunci momen. Kunci shock dengan ukuran tertentu
mengencangkan baut atau mur.

Agar kunci momen dapat digunakan sesuai fungsinya,
pada tahap awal pengerasan sebuah baut atau mur gunakanlah
kunci biasa seperti kunci ring, pas atau shock. Kunci momen
hanya dipakai pada pengerasan akhir serta mengetahui
besarnya momen kekencangan yang diharapkan sesuai
spesifikasi kekencangan baut atau mur. Contoh penggunaan
kunci momen misalnya pada penyetelan baut kepala silinder dan
baut-baut pada unit differensial
(pada mobil)
. Penyetelan momen
kekencangan baut/mur yang baik dilakukan secara bertahap
sampai diperoleh momen kekencangan yang sesuai.
Cara menggunakan kunci momen adalah kepala kunci
momen ditahan agar kunci shock tetap pada posisi yang benar
sambil menarik gagang kunci momen searah jarum jam.
Setiap kunci momemn memiliki momen maksimum
(maximum torque)
, yang merupakan batas tertinggi
kekencangan yang dapat diukur oleh kunci momen. Agar
penggunaannya sesuai dengan fungsinya dan supaya alat ini
tetap awet, gunakan kunci momen dengan ukuran kekencangan
di bawah batas maksimum momen kekencangannya. Untuk
ukuran kekencangan baut atau mur yang lebih besar, mekanik dapat menggunakan kunci momen lain dengan momen
maksimum lebih besar.

d.Micrometer
Micrometer adalah alat ukur untuk mengukur diameter
(dalam/luar) maupun kedalaman lubang dangan tingkat akurasi
bisa mencapai 3 (empat) angka di belakang koma (0,001 mm).
Micrometer terbagi dalam 3 (tiga) jenis, yaitu:
-outside micrometer
, digunakan
untuk mengukur diameter luar sepperti pada piston, pin,
poros engkol, dll.
Konstruksi micrometer luar secara umum sama, tetapi
untuk setiap jenisnya dilengkapi dengan perangkat
tambahan yang membantu menunjukkan tingkat ketelitian
pengukuran alatnya. Tingkat ketelitian micrometer luar
bervariasi, yaitu 1/100 mm (0,01 mm) dan 1/1000 mm
(0,001 mm).

Pembacaan hasil pengukuran dilakukan dengan
memperhatikan penunjukan antara skala pada tabung ukur
dengan skala nonius pada tabung putar yang segaris dengan
skala tabung ukur.
-Mikrometer Dalam
(Inside
Micrometer)
,
digunakan untuk mengukur diameter dalam
misalnya pada silinder, tromol rem dll. Inside Mikrometer
terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu micrometer dalam dengan
dua titik dan mikrometer dalam pengukur tiga titik. Tingkat
ketelitian mikrometer dalam pengukur dua titik adalah
sampai 0,01 mm sedangkan mikrometer dalam pengukur
tiga titik memiliki tingkat ketelitian sampai dengan 0,005
mm.
Jika diperhatikan, konstruksi mikrometer dalam pengukur
dua titik tampak seperti mikrometer dalam tanpa rangka.
Tingkat pengukuran sebuah mikrometer dalam pengukur
dua titik ialah 25 mm. Bila disambungkan dengan alat
bantu tongkat ukuran tertentu dalam dapat diperoleh
batas ukur sampai 1500 mm.

Mikrometer Kedalaman
(Micrometer depth Gauge),
digunakan untuk mengukur
kedalaman lubang. Agar diperoleh hasil pengukuran yang
tepat, ujung ukur harus menyentuh bagian terdalam
lubang yang diukur. Landasan micrometer ini harus tepat
berada pada permukaan lubang komponen. Gambar
berikut memperlihatkan konstruksi mikrometer kedalaman.

Prinsip Pengukuran dan Pembacaan Hasil Pengukuran
Mikrometer.
Pada bagian tabung ukur maupun tabung putar terdapat garis-
garis dan angka yang berfungsi membantu pembacaan ukuran
pengukuran. Skala tetap pada bagian tabung ukur
(outer Sleeve)
memiliki pembagian dalam ukuran milimeter (mm). Jarak antara
masing-masing garis sebesar 1 mm. Di antara jarak tiap mm
terdapat gurat ukur sebesar 0,5 mm. Garis 1 mm terdapat pada
bagian atas sedangkan garis 0,5 mm diletakkan di tengah bawah
antara gurat (strip) bawah skala milimeter. Jumlah garis dan
angka pengukuran pada tabung putar dibagi dalam 50 bagian
yang sama.
Prinsip pengukuran mikrometer adalah inner sleeve
bergerak dan memutarkan spindle melalui ulirnya. Jadi, jika inner
sleeve bergerak satu kali, spindle bergerak sebanyak satu ulir.
Jarak ulir inner sleeve ialah 0,5 mm sehingga apabila tabung
putar
(thimble)
diputar satu kal, maka poros geser atau landasan
(spindel)
akan bergerak sejauh 0,5 mm.
Di sekeliling tabung putar terdapat skala ukur yang terbagi
dalam 50 bagian (50 gurat ukur), maka satu bagian gurat ukur
pada tabung putar
(thimlbe)
jaraknya 0,5 mm : 50 bagian = 0,01
mm. Jadi, besarnya nilai skala pada tabung putar adalah 0,01
mm. Jika tabung putar bergerak satu kali, landasan bergerak
sebanyak satu gurat garis). Landasan bergerak satu gurat (garis)
dari tabung putar yang berarti telah bergerak sebesar 0,01 mm
(0,5 x 1/50).
Hasil pengukuran pada mikrometer diketahui dari
penunjukan ukuran skala ukur pada tabung ukur dan tabung
putar. Perhatikan contoh pembacaan di bawah ini :

e.Vernier Caliper/ sketmat/ Jangka Sorong
Vernier caliper atau sketmat merupakan alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur diameter (luar dan dalam) dan/atau kedalaman lubang. Vernier caliper mempunyai 2 skala
pengukuran, yaitu skala utama dan skala vernier atau skala
nonius.
Berdasarkan konstruksinya, jangka sorong dapat dibedakan
seperti jangka sorong universal, jangka sorong dengan ujung
yang dapat berputar, jangka sorong pengukur ketinggian, jangka
sorong penukur kedalaman, jangka sorong pengukur jarak
sumbu dll. Tingkat ketelitian jangka sorong yang ada adalah 0,1
mm, 0,05 mm, dan 0,02 mm.
gambar 1.38
Vernier caliper (universal vernier Caliper)

Metode pengukuran jangka sorong menggunakan skala utama
dan skala vernier (skala nonius). Skala vernier digunakan untuk
mengukur jarak kecil dengan cara mencari perbedaan antara
dua tanda. Metode ini disebut pengukuran vernier. Untuk
menentukan hasil pengukuran tetap harus memperhatikan
pembacaan dua skala tersebut. Di bawah ini gambar skala ukur
pada jangka sorong.
, hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh
jangka sorong ketelitian 0,1 mm adalah sebagai berikut :
1.skala utama: 19 mm x 1= 19 mm
2.Skala vernier: 6 x 0,1 mm = 0,6 mm +
Hasil Pengukuran= 19,6 mm


f.Dial Indicator

Dial indikator digunakan untuk mengukur atau memeriksa
karataan, kesejajaran, kebundaran, kehalusan, kebengkokan,
kelurusan, dan ketirusan dari suatu benda. Dial indicator dapat
melakukan pengukuran dengan ketelitian hingga mencapai
0,0005 mm.

Konstruksi sebuah alat dial indikator seperti terlihat pada
gambar di atas, terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di
lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet, batang
penyangga, penjepit, dan baut penjepit. Skala dan ring dial
indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk.
Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah
putaran penunjuk. Ukuran yang dapat dibaca oleh sebuah dial
indikator ditentukan oleh besar garis tengahnya, kemampuan
putaran, dan jarak pembagian garis ukuran. Pada dial indikator
jarak garis ukurannya berbeda-beda seperti 0,0005mm,
0,002mm, dan 0,001mm.
Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator
adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus
bersih, posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada
permukaan komponen yang diperiksa, dan metode pengukuran
yang digunakan.
Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator
adalah sebagai berikut:
-benda kerja yang dipindahkan, dial indikator tetap pada
posisi diam.
-Dial indikator yang dipindahkan, benda kerja tetap pada
posisi diam.
-Benda kerja diputar, dial indikator tetap pada posisi diam.

g.Cylinder Bore Gauge
Cylinder bore gauge termasuk dalam jenis alat ukur yang
menggunakan jam ukur
(dial gauge).
Dalam pengukuran
komponen-komponen otomotif, alat ini biasanya digunakan
untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara
teliti. Diameter daerah pengukuran yang dapat dijangkau oleh
cylinder bore gauge berkisar antara 50 mm sampai dengan
300 mm.

Seperti terlihat pada gambar di atas konstruksi alat ini
terdiri dari sebuah jam ukur dan pada ujung lain terdapar
runcing pengukur
(measuring point).
Adapun komponen lain
adalah cincin pengganti
(replacement washer)
dan batang
pengganti
(replacement rod)
. Kedua kompenen ini baik cincin
pengganti maupun batang pengganti tealah memiliki
spesifikasi ukuran tertentu. Oleh karana itu, kejelian dalam
memilih spesifikasi ukuran kedua komponen ini sangat
membantu dan mempermudah kita dalam melakukan
pengukuran itu sendiri.
Contoh penggunaan cylinder bore gauge adalah dalam
pengukuran diameter silinder. Langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengukur diameter silinder dengan jangka
sorong
(vernier caliper)
untuk mengetahui ukuran dari silinder
dan untuk pemilihan spesifikasi cincin pengganti dan batang
pengganti. Selanjutnya, lihat angka di belakang koma jangka
sorong apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0,5 mm.
Misalnya setelah dilakukan pengukuran hasil akhir
pengukurannya diketahui diameter silinder adalah 52,86 mm,
maka pilihan untuk batang pengganti adalah spesifikasi 50
mm, sedangkan cincin pengganti adalah 3 mm. Bila hasil
pengukuran dengan jangka sorong dalam pengukuran ini
adalah 52,22 mm maka alternative pilihan batang pengganti
adalah ukuran 50 mm dan cincin pengganti 2 mm.
Tetapi, bila setelah pemilihan hasil pengukuran pertama dari
cincin pengganti 3 mm dan batang pengganti 50 mm, maka
langkah selanjutnya adalah kalibrasi cylinder bore gauge
dengan menggunakan micrometer luar
(outside micrometer).
Caranya adalah micrometer luar diset pada ukuran 52,86 mm.
Tempatkan batang pengganti dan runcing pengukur ke dalam
micrometer luar tersebut dan dial gauge alat ini diset pada
nol ke jarum penunjukannya.
Seperti terlihat pada gambar di atas, cylinder bore gauge
dimasukkan ke dalam silinder yang hendak di ukur, gerakkan
cylinder bore gauge secara perlahan-lahan sampai diperoleh
hasil angka pengukuran terkecil. Misalnya diperoleh angka
pengukuran terkecil 0,03 mm, hal ini berarti diameter silinder
yang diukur tersebut 0,03 lebih kecil dari 52,86 mm. Dengan
demikian, hasil pengukuran adalah 52,83 mm (52,86 – 0,03
mm).


h.Feeler Gauge
Feeler gauge atau lidah ukur sering dipakai untuk
mengukur celah yang sulit dijangkau oleh alat ukur lainnya,
misalnya celah katup, celah bantalan, celah samping ring piston,
dsb. Feeler gauge sering juga disebut dengan thicknes gauge.
Alat ini terdiri dari beberapa lembaran baja tipis yang memiliki presisi ukuran sampai 0,01 mm. Umumnya thicknes gauge
memiliki ketebalan antara 0,03 mm sampai 1,00 mm.

Cara menggunaka feeler gauge sangat mudah, yaitu
dengan menyisipkan bilah atau lembar feeler gauge ukuran
tertentu di antara dua komponen yang akan diukur. Bila feeler
gauge terasa mudah masuk dan keluar, hal tersebut
menunjukkan bahwa ukuran celah tersebut masih belum sesuai.
Gantilah ukuran feeler gauge dengan lembaran yang
berbeda hingga dirasakan ukuran adanya hambatan berupa
gesekan antara lembar feeler gauge dengan sisi komponen yang
diukur saat ditarik keluar. Ukuran tebal feeler gauge sama
dengan besar celah di antara dua komponen tersebut.


i.Screw Picth Gauge
Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jarak ulir
baut. Sama seperti feeler gauge, satu set alat ini terdiri dari
beberapa bilah dengan bentuk yang berbeda. Ukuran setiap
bilah tercantm pada tiap bilahnya.

j.Hidrometer
Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur
berat jenis elektrolit dalam aki. Ketika aki digunakan untuk
starter, lampu, dan sebagainya, terjadi reaksi pengosongan
atau baterai mengeluarkan arus listrik yang menyebabkan
asam sulfat (H
2
So
4
) sedikit demi sedikit berubah menjadi H
2
O.
Akibatnya berat jenis turun karena konsentrasi elektrolitnya
berkurang. Bentuk sebuah hidrometer lengkap dengan
pengukur aero dapat dilihat pada gambar di bawah ini.Untuk mengukur berat jenis baterai, masukkan hidrometer ke dalam sel baterai, lalu hisaplah elektrolit ke dalam tabung gelas hidrometer sampai pelampung tidak menyentuh tabung gelas. Bacalah hasil berat jenis elektorlit setinggi mata.

Berat jenis elektrolit yang diijinkan untuk aki antara 1,220 –
1,229. bila aki dalam keadaan isi penuh, berat jenisnya harus
1,26 sampai 1,28 pada suhu 20°C. Jika ditemukan berat jenis
elektrolit dari hasil pengukuran kurang dari 1,220, maka hal yang
perlu dilakukan adalah aki perlu diisi atau di-
charge
sampai
penuh. Namun bila berat jenis aki melebihi batas maksimum atau di atas 1,290 maka tambahkan air suling untuk
menurunkan berat jenis aki sampai kondisi normal.
k.Pengukur Tekanan kompresi
Compression Tester)
Untuk mengukur tekanan kompresi piston digunakan
Compression tester
. Alat ini dibedakan menjadi pengukur
tekanan kompresi untuk motor bensin dan pengukur tekanan
kompresi motor diesel. Manometer pada alat ini berfungsi untuk
menunjukkan besar tekanan kompresi silinder ketika dilakukan
pengukuran.

Di dalam manometer terdapat jarum penunjuk dan skala
tekanan kompresi dalam beberapa satuan ukuran.

Prosedur pengukuran tekanan kompresi adalah sebagai
berikut :
-Lepaskan busi dari rumahnya, masukkan ujung slang
compression tester
pada rumah busi
-Starter mesin beberapa saat sampai mesin berputar 200
rpm, lalu baca besar tekanan kompresi pada manometer
-Tekanan kompresi yang rendah menunjukkan ring piston
yang aus, kebocoran pada packing, dan penyetelan celah
katup yang terlalu renggang.


Teknik Pengukuran I

(1).Jangka Ukur
Jangka ukur (vernier caliper) adalah alat ukur yang terdiri dari skala utama
sampai 1mm dan sekala kecil dengan 20 bagian, dimana tiap bagian skala
berukuran 19/20 mm. Alat ini dapat digunakan mengukur diameter dalam,
diameter luar dan dalam suatu benda, ketelitian pengukuran dari jangka
ukur sampai 1/20 mm (0,05 mm),

Cara pembacaan jangka ukur
,
pada jangka ukur mempunyai 2 skala yang
terdapat pada alat ukur sebagai berikut ini.
(a).Baca skala utama yang berada tepat di atas skala 0 dari skala kedua ..12
mm.
(b).Baca skala kedua dimana ada suatu angka yang bertepatan sama dengan
angka pada skala utama ……0,65 mm (dalam contoh ini, angka 25 pada
skala kedua).
(c).Tambahan angka 2 tersebut pada butir a dan butir 2, angka yang
ditunjuk adalah angka 12.65 mm. Maka pada tiap pengukuran dengan
jangka ukur ini selalu tertunjuk angka desimal kedua adalah 0 atau 5,
dengan pengertian bahwa pengukuran dapat dilakukan sampai
ketelitian 1/20 mm.


(2).Mikrometer
Micrometer digunakan untuk mengukur benda kerja bagian dalam dan
bagian luar. Prinsip kerja cara menggunakan micrometer, bila ulir diputar 1
putaran penuh, akan bergerak 1 pitch. Begitu pula ulir diputar ½ nya akan
bergerak ½ pitch. Pengukuran pada micrometer dasarnya adalah sperti di
atas, dimana ketepatan pengukurannya tercantum dalam hubungannya
dengan berapa jarak dari ulir tersebut berputar. Bagian-bagian dari
micrometer terdiri dari :
(a).Spindle micrometer mempunyai ulir pitch 0,5 mm. Thimblenya bergerak
bersamaan dengan spindle. Daerah pengukuran thimble dibagi dalam 50
derajat kesamaan, dengan pengertian bila thimble diputar 1 x putaran
penuh, spindlenya bergerak 1 pitch atau 0,5 mm. Bila thimble

mempunyai 50 derajat kesamaan, berada 1 derajat adalah = 0,5 x 1/50
= 1/100 mm atau 0,01 mm.
(b).Mickrometer sleeve mempunyai 2 skala, skala atas mempunyai derajat 1
mm dan bagian bawah berderajat 0,5 mm. Bila membaca micrometer,
baca yang atas pada skala 0,5 mm. Akhirnya baca 0,01 pada skala
thimble.
Contoh pengukuran :
Skala atas = 11
Skala bawah = kurang dari setengah skala
Skala thimble = 13
Pembacaan terakhir = 11,13 mm
(c).Menera micrometer dengan peneraan yang ilmiah, pengukuran dapat
dilakukan sampai 1/1000 mm. Bagaimanapun untuk pengukuran yang
tepat sampai 1/1000, dapat dipakai tipe-tipe lain dari micrometer seperti
: Vernier micrometer atau micron micrometer, micrometer-micrometer
ini mempunyai ketelitian mengukur sampai 1/1000 mm.
Contoh :
Pembacaan skala pada sleeve : 7
Pembacaan skala pada thimble : 37
Perkiraan pembacaan : 3/10
Pembacaan terakhir : 7.3.73
Micrometer dengan tambahan skala (micrometer vernier), digunakan
untuk dapat membaca 1/1000 mm, maka tertanda pada sleeve seperti
pada gambar …dalam peneraan ini baca dahulu 1 mm dan 0,5 mm. Baru kemudian gradasi pada thimble 0,01 mm. Akhirnya baca gradasi 1/1000
mm pada skala vernier yang bersamaan dengan gradasi pada skala
thimble.
Micrometer pengukur dalam benda kerja, biasanya digunakan untuk
mengukur diameter dalam benda kerja seperti silinder liner, bush-bush
dan lubang-lubang tapet yang tidak dapat diukur dengan alat ukur
silinder.
(d).Cara mempergunakan micrometer ini adalah :
?Micrometer harus dimasukkan lurus pada objek yang akan dilakukan
pengukuran.
?Lakukan pengaturan posisi alat ukur tersebut dengan diameter dalam
obyek terukur dan gerakkan sampai kemungkinan yang maksimal
pada jarak di dalam lubang tersebut.
?Pembacaan dapat langsung dilakukan, untuk keterangan yang lebih
terperinci baca pada materi sebelumnyanya.


(3).Dial Gauge
Dial gauge adalah suatu alat yang dapat mengukur penggerakan-
penggerakan kecil pada ujungnya. Pengukur ini dapat digunakan terus
menerus dan oleh itu digunakan secara luas. Alat ini dipergunakan untuk
memeriksa ketelitian dari alat-alat mesin, kedalaman suatu bagian mesin,
eksentrisitas dari suatu silinder. Disamping itu alat ini mudah dalam
pembacaannya.

(a).Dial gauge berfungsi untuk mengukur
?Putaran fly wheel
?Diameter dalam silinder liner
?Putaran poros mesin
?Putaran poros pompa
?dll
(a).Prinsip kerja dial gauge
Pengukur dial (dial gauge) terdiri dari sebuah spindle (s) yang bergerak
pada raknya. Bila spindle ini bergerak secara vertical, maka akan
menggerakan pinion pertama (a), bersamaan dengan itu menggerakkan gigi-
gigi (b), yang terletak pada poros pertama gigi pertama.
Gigi yang lebih besar adalah pinion ( c) yang menggerakkan pengukur
pointer. Biasanya gigi besar dan gigi kecil mempunyai perbandingan
diameter 10:1, sebab itu meskipun penggerakkan spindle adalah satuan
waktu, tetap dapat diukur besarnya pergerakkan pada pinion kedua dan
pointer. Pinion kedua juga bersatu dengan gigi yang besar (d) yang
berhubungan dengan pegas (h).
Pegas berfungsi melindungi dari kondisi backlash yang kurang sempurna.
Spindle ini diikat oleh sebuah pegas helix (e) yang menjamin akan adanya
sentuhan yang selalu terjadi pada benda yang diukur.


(4).Pengukur Silinder
Pengukur silinder (cylinder gauge) adalah alat yang dapat dipergunakan
untuk mengukur bermacam-macam ukuran lubang silinder liner, dengan
cara mengganti ujungnya (tipnya).
(a).Cara memasang alat ukur silinder
?Masukkan pengukur ke batangnya sedemikian rupa, hingga
penunjuk dapat berputar 2 x, dan kencangkanlah posisi tersebut.
?kurlah diameter silinder liner dengan mempergunakan vernier
caliper (jangka ukur) dan masukan tip tersebut yang sehubungan
dengan pengukuran batang tersebut.

?Aturlah ukuran pada micrometer dan kedudukan pengukur silinder
tegak lurus dengan permukaan micrometer. Dengan pengukuran
pada posisi 0.
(b).Cara menggunakan alat ukur silinder
?Pada pengukuran diameter liner dengan pengukur silinder,
kedudukan pengukur silinder harus tegak lurus pada liner, dan
bacalah pada jarum pengukurnya. Bila jarum bergerak ke kiri dari 0
bacalah sebagai + jika sebaliknya jarum bergerak kekanan bacalah
sebagai - ini menandakan ada perubahan dalam ukuran dapat
disebabkan karena tertempel kotoran pada dinding liner.


(5).Pengukur Defleksi
Pengukur defleksi (deflection gauge) adalah sebuah alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur sampai ketelitian 1/100 mm. Alat ini dipasang
pada ruangan diantara lengan poros engkol (crank shaft) dengan sebuah
magnit pada ujungnya yang tertempel. Tipe alat ukur ini tergantung dari
pada ukuran poros engkol. Ukurlah defleksi poros engkol dari bagian yang
terdekat dengan fly wheel (roda gila) dalam mesin.
Tahapan pekerjaan pengukuran :
(a).Buka penutup samping silinder (cylinder side cover) yang terdekat
dengan fly wheel dan letakkan alat pengukur defleksinya di antara
pipih-pipih poros engkol.

(b).Kedudukan pengukuran defleksi adalah sebagai berikut ;
?TDC = Posisi crank pin (tempat metal duduk) pada kedudukan titik
mati atas (TMA) alat ukurnya terletak di bawah.
?BDC = Posisi crank pin terletak dibawah
?P = Posisi crank pin pada bagian fuel pump (pompa bahan bakar)
alat ukur terletak pada posisi exhaust manifold.
?E = Posisi crank pin terletak pada bagian exhaust manifold, alat
ukur terletak pada bagian fuel pump.
?PB = Posisi crank pin terletak pada 30
0
sesudah BDC.
?EB = Posisi crank pin terletak 30
0
sebelum BDC.
(c).Putar fly wheel searah dengan gerakan motor dengan menggunakan
batang pemutar, dan atur kedudukan jarum alat ukur tersebut pada
tanda 0 kedudukan EB.


(6).Pengukur Ketebalan
Pengukur ketebalan (thickness gauge) adalah alat yang terdiri dari
lembaran-lembaran metal (feelers) dengan berbagai macam ketebalan dan
digunakan untuk mengukur kelonggran katup motor.
Cara menggunakan feelers gauge :
1.Pilihlah lembaran-lembaran pelat pengukur yang sesuai untuk
pengukuran.
2.Atur kerenggangan/kelonggaran katup yang diinginkan dengan
memutar baut pengaturnya.

3.Kencangkan mur pengikat baut penyetel katup bila kerenggangan telah
sesuai dengan standar pengukuran.


c.Rangkuman
1.Jangka ukur (vernier caliper) adalah alat ukur yang terdiri dari skala
utama sampai 1 mm dan skala kecil dengan 20 bagian, dimana tiap
bagian skala berukuran 19/20 mm.
2.Jangka ukur dapat digunakan untuk mengukur diameter dalam,
diameter luar dan dalam suatu benda.
3.Micrometer dapat digunakan untuk mengukur diameter benda kerja
bagian dalam dan bagian luar.
4.Bagian-bagian dari micrometer terdiri dari spindle micrometer,
mickrometer sleeve, dan skala thimble.
5.Micrometer dapat mengukur dengan ketelitian sampai 1/1000 mm.
6.Cara mempergunakan micrometer adalah micrometer harus
dimasukkan lurus pada objek yang akan dilakukan pengukuran,
lakukan pengaturan posisi alat ukur tersebut dengan diameter dalam

obyek terukur dan gerakkan sampai kemungkinan yang maksimal pada
jarak di dalam lubang tersebut, pembacaan dapat langsung dilakukan
skala.
7.Dial gauge berfungsi untuk mengukur putaran fly wheel, diameter
dalam silinder liner, putaran poros mesin, dan putaran poros pompa.
8.Pengukur silinder (cylinder gauge) adalah alat yang dapat dipergunakan
untuk mengukur diameter lubang silinder liner.
9.Pengukur defleksi (deflection gauge) adalah sebuah alat ukur yang dapat
digunakan untuk mengukur poros engkol (crank shaft).
10.Pengukur ketebalan (thickness gauge) adalah alat yang terdiri dari
lembaran-lembaran metal (feelers) dengan berbagai macam ketebalan
dan digunakan untuk mengukur kelonggaran katup motor.


Teknik Pengukuran II

(1).Pengukur Torsi
Pengukur torsi ini dipergunakan untuk mengukur kekencangan baut atau
mur, yang disebabkan oleh gaya yang telah terjadi dengan skala tertentu
(kg/cm, lb/ft). Dengan menggunakan alat ini baut atau mur dapat
dikencangkan dengan suatu torsi tertentu. Penggunaannya memerlukan
pengetahuan dan keterampilan dari setiap kekencangan baut atau mur
tertentu.

Alat Torsi terdiri dari dua jenis yaitu :
(a).Pengukur torsi biasa
Alat ini mempunyai angka-angka pada lempengannya yang terletak
tetap pada lengannya. Besarnya torsi ditunjukkan oleh jarum pada
lempengan tersebut.
(b).Pengukur torsi jenis ratchet
Alat ini dalam penggunaannya dapat diatur/disetel terlebih dahulu
untuk besaran torsi tertentu. maka pada saat melakukan pengencangan
tertentu yang diinginkan terdengar bunyi suara atau perasaan yang
menandakan besarnya kekuatan torsi tersebut telah tercapai.
Alat torsi ini harus selalu diperiksa secara periodik, untuk menjaga agar
tidak terjadi pengencangan berlebihan atau kekurangan saat digunakan.
Dalam hal pengukuran dengan menggunakan torsi jenis ratchet,
pengencangan berlebihan dapat terjadi, bila diputar terus-terusan alat
tersebut pada saat dimana suara telah berbunyi. Untuk mencegah
kerusakan pada baut atau mur, maka pengencangan berhenti pada saat
suara terdengar/berbunyi.


(2).Tachometer
Alat Tachometer terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu jenis tachometer mekanis dan
photo electric (digital tachometer).
(a).Tachometer mekanis untuk mengukur kecepatan putaran dengan
menghubungkannya langsung dari poros tachometer ke bagian mesin
yang berputar untuk dilakukan pengukuran.
(b).Tachometer photo elektrik dapat mengukur kecepatan putaran dengan
memantulkan cahaya yang bersumber pada tachometer itu sendiri.
Pantulan cahaya itu terjadi pada pesawat/komponen mesin berputar
yang telah ditempel reflector. Tachometer ini kemudian mengukur
pantulan cahaya yang diterima sesuai dengan kecepatan mesin tersebut.
Cara menggunakan Tachometer :
(a).Tachometer Mekanis
Tachometer ini dilengkapi dengan switch pengatur kecepatan yang
mempunyai limit kecepatan maksimum untuk pelbagai posisi. Sebelum melakukan pengukuran, setel pada posisi sesuai putaran yang akan
diukur. Bila putarannya tidak diketahui sebelumnya, maka pilihlah
kedudukan pada putaran maksimum, lalu tergantung pada pembacaan
di tachometer, lalu atur switch pada daerah putaran yang telah
disesuaikan tersebut, bertujuan untuk mempermudah pembacaan pada
tachometer.
Tahapan penggunaannya adalah sebagai berikut :
?Pasanglah ujung (tips) yang berbeda-beda pada poros tachometer.
Pemilihan tipe yang sesuai tergantung pada bentuk dan material
obyek yang akan dilakukan pengukuran. Hati-hati dan agar poros
yang diukur bebas dari minyak, yang mungkin dapat mengakibatkan
slip atau hal-hal yang mengakibatkan kesalahan dalam pengukuran.
?Bila obyek yang berputar tersebut bergetar dan berputar pada
kecepatan yang tidak teratur, maka untuk menghindari kecelakaan
perlu kehati-hatian pada saat melakukan pengukuran.
(b).Tachometer photo elektrik
Tachometer ini dilengkapi dengan batu battery, pemancar cahaya dan
perekam hasil putaran mesin. Pertama bersihkan minyak atau kotoran
yang menempel pada bagian yang berputar seperti, fly wheel, kopling
atau poros dan sebagainya. Potong sebuah tape/reflector yang dapat
memantulkan cahaya dan tempelkan pada bagian yang berputar dengan
tepat. Jalankan mesin pada putaran tertentu, tekan switch pada
tachometer dan putar-putarlah cahaya emitter (bertindak sebagai penerima cahaya), maka kecepatan putar dapat diketahui oleh alat
penunjuk tersebut. Untuk tipe tachometer digital, putaran yang tertera
adalah nilai angka-angka yang dipertunjukkan pada alat ukur tersebut.
Tahapan penggunaannya adalah sebagai berikut :
?Bila switch tidak ditekan atau bila cahaya penerima tidak tepat
kedudukanya terhadap tape/reflector pemantul tersebut, jarum
penunjuk akan bergerak berubah-ubah besar dan mempengaruhi
pembacaannya. Begitu pula bila tachometer tersebut tidak akan
berfungsi dengan tepat, bila kedudukannya jauh sekali dengan obyek
yang akan diukur. Sebab itu letakkan kedudukannya yang sesuai
dengan buku petunjuk.
?Pengukuran kecepatan putaran dapat pula dipengaruhi oleh drycell
yang kurang baik didalam tachometer, untuk itu periksalah cell
tersebut sebelum mempergunakannya.
?Tachometer ini tidak mempunyai switch pengatur kecepatan yang
bervariasi.

(3).Alat Pengetes Nozel
Alat pengetes nozel (nozzle tester) adalah suatu alat yang digunakan untuk
mengukur besarnya tekanan penyemprotan bahan bakar pada
nozel/pengabut. Isi tempat bahan bakar (fuel cup) dengan bahan bakar
solar. Gerak-gerakan batang pengungkit tester tersebut beberapa kali dan
periksa bahan bakarnya, apakah sudah mengalir melalui ujung pipanya
tersebut. Lalu pasang nozel pada ujung pipa tersebut dan kencangkan
pengikatnya dengan kuat. Gerak-gerakan batang tester tersebut beberapa
kali sampai mengabut.

Pada saat mengetes nozel jangan sampai semprotan bahan bakar bertekanan
terkena tangan atau badan karena berbahaya. Arahkan semprotan nozel
kebawah. Gerakkan pengungkit perlahan-lahan dan baca tekanan pada
meteran saat penyemprotan nozel berlangsung, dan periksa hasil
semprotannya.

(4).Alat Pengetest Pompa Bahan Bakar
Alat ini dipergunakan untuk mengatur jumlah penyemprotan bahan bakar
dari pompa bahan bakar. Alat pengetes pompa bahan bakar berfungsi untuk
mengukur tekanan penyemprotan, waktu penyemprotan dan kondisi sudut
penyemprotan bahan bakar.
(a).Pengukuran bahan bakar yang disemprotkan pompa
Pompa bahan bakar yang akan diperiksa dipasang pada alat tester,
kemudian pompa disambung dengan adaptor dan diluruskan dengan poros
penggerak dan pompa. Bila ada yang perlu diatur, dilakukan pengaturan
atau penyetelan. Pompa dan nozel terhubungkan dengan pipa bahan bakar,
periksa tester dengan menggerak-gerakannya perlahan-lahan, keluarkan
udara dari pipa-pipa bahan bakar/nozel, dan dilakukan pengetesan pompa.
(b).Kedudukan tanda pada pompa
Tetapkan posisi kedudukan putaran tester pompa pada setengah dari nilai
putaran mesin sedemikian rupa, hingga terjadi hubungan langsung antara
putaran poros kam dan pompa bahan bakar. Ukur jumlah penyemprotan
untuk jangka waktu 1 (satu) menit dan bandingkan dengan penyemprotan
yang biasanya untuk setiap selinder. Bila penyemprotanya lebih besar atau
bahkan kurang, maka harus diperiksa lagi dan mengikuti standar
pengujian/pengetesan pompa tersebut.
(c).Perhitungan penyemprotan pompa bahan bakar
Persamaan penyemprotan pompa bahan bakar adalah sebagai berikut :
Ketidak seimbangan penyemprotan (%) = Mak. Penyemprotan- Penyemprotan rata-rata < 0,03
Penyemprotan rata-rata.


(5).Multimeter
Multimeter adalah sebuah tipe ammeter yang mempunyai coil yang dapat
bergerak-gerak. Alat ini dapat dipergunakan untuk mengukur tahanan, arus
(DC), tegangan (AC/DC) dan daya. Skala-skala multimeter dapat dilihat
dalam gambar 7. Pengukuran dapat dilihat dengan membaca perubahan
(graduation ) skala pengukuran pada multimeter. Skala pengukurannya
dapat diatur sesuai dengan yang dikehendaki melalui tombol multimeter.
Prinsip kerja multimeter adalah sebagai berikut ini,
(a).Mengukur tahanan
Pengukuran tahanan didasarkan atas prinsip bahwa perubahan arus
sehubungan tahanan pada tegangan yang konstan. Untuk mengukur
tahanan antara terminal A dan B seperti pada gambar 5, dihubungkan
langsung bersama-sama dan pengatur zero ohm di stel. Bila tahanan antara
terminal A dan B sebesar 0 ohm, maka kedudukan pointer harus dibuat 0.
Bila terminal A dan B dihubungkan melalui tahanan R, maka arus yang
mengalir melalui tahanan tersebut berubah dan besarnya R terukur dari arus
ini.
(b).Mengukur tegangan
Pengukuran tegangan pada multipliers (tahanan tinggi) dihubungkan secara
seri dengan ammeter, lihat dalam gambar 6. Untuk membentuk tegangan
dengan mempergunakan pemilihan switch, sehubungan dengan tegangan
yang tidak diketahui tegangan AC dikonversikan ke DC oleh sebuah
solenium rectifier, dan tegangan DC ini kemudian diukur. Pengukuran arus hanya dipakai untuk pengukuran aliran arus lemah seperti untuk peralatan
komunikasi.

(c).Persiapan pengukuran
Sebelum melakukan pengukuran hendaknya kita memahami simbol dan
skala pengukuran yang terdapat pada alat ukur multimeter dalam gambar 7.
Tahapan-tahapan pengukuran dengan menggunakan multimeter adalah
sebagai berikut ini.
?Penyetelan meter zero (nol)
Pastikan bahwa penunjuk meteran adalah pada posisi 0 sebelum
dimulaian pengukuran. Bila tidak stel pada posisi 0 dengan memutar
screw meter korektornya dengan menggunakan obeng kecil. Penyetelan hanya boleh dilakukan bila jarum penunjuknya tidak menunjukkan pada
posisi 0 pada skalanya.
?Switch
Suatu daerah pengukuran ditentukan dengan memutar-mutar switch
yang dapat diputar.
?Pengukuran terminal dan ujung-ujung tester
Ponplug dari test lead yang berwarna hitam dimasukan ke (-) dari pin
jack multimeter dan pinplug dari test lead yang berwarna merah
dimasukan ke (+) dari pin jack.
(e).Cara pengukuran
?Pengukuran tegangan DC
Untuk obyek terukur tegangan DC yang besar tegangannya tidak
diketahui, pastikan bahwa pinplug berwarna hitam dimasukan ke (-) dari
pin jack multimeter dan pinplug dari test lead yang berwarna merah
dimasukan ke (+) dari pin jack. Maka mulailah dengan pengukuran untuk
daerah yang lebih besar.
?Pengukuran arus DC
Pastikan bahwa pin plug warna merah dimasukkan ke pin jack /lubang
pada meteran (+) dan pin plug warna hitam dimasukan ke pin jack (-)
Letakan obyek yang akan diukur sedemikian rupa hingga dengan
multimeter tersambung dengan secara seri.


Pengukuran tegangan AC
Masukan pin plug ke bagian (+) dan (-) ke pin jacks pada meter, medan
magnit tidak akan menyebabkan perbedaan pada pengukuran tegangan
AC.
Bila besarnya tegangan tidak diketahui, mulailah pengukuran pada
daerah yang terbesar, letakan obyek yang diukur sedemikian rupa hingga
hubungannya menjadi paralel dengan meternya.
?Pengukuran tahanan
Pastikan daerah pengukuran dengan memutar switch dan kontakan
kedua ujung test probe bersama-sama. Jarum penunjuk (ponter) akan
bergerak kesebelah kanan. Stel adjust sampai jarum penunjuk terletak
tepat diatas angka 0 pada skala ohm. Bila penyetelan nol (zero
adjustment) tidak dapat diperoleh angka 0, maka batery dalam meter
harus diganti.
(f).

Perawatan multimeter
?Membawa multimeter harus dengan hati-hati, hingga tidak akan
menyebabkan terjatuh atau bergetar.
?Hindari multimeter terkena dari penyinaran cahaya matahari, suhu tinggi
dan tempat yang sangat lembab. Jangan meletakan multimeter dengan
medan magnit.
?Ganti batery secepatnya bila kondisinya telah lemah, untuk menghindari
bocor yang dapat merusak bagian multimeter.

c.Rangkuman
1.Pengukur torsi digunakan untuk mengukur kekencangan baut atau
mur.
2.lat torsi mempunyai angka-angka skala pada lempengannya yang
terletak tetap pada lengannya.
3.Pada saat melakukan pengencangan baut/mur, sampai terdengar bunyi
suara atau perasaan yang menandakan besarnya kekuatan torsi tersebut
telah tercapai.
4.Alat tachometer terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu jenis tachometer mekanis
dan photo electric (digital tachometer).
5.Tachometer mekanis untuk mengukur kecepatan putaran dengan
menghubungkannya langsung dari poros tachometer ke bagian mesin
yang berputar untuk pengukuran.
6.Tachometer photo elektrik dapat mengukur kecepatan putaran dengan
memantulkan cahaya yang bersumber pada tachometer itu sendiri.
7.Alat pengetes nozel (nozzle tester) adalah suatu alat yang digunakan
untuk mengukur besarnya tekanan penyemprotan bahan bakar pada
nozel/pengabut.
8.Pada saat mengetes nozel jangan sampai semprotan bahan bakar
bertekanan terkena tangan atau badan karena berbahaya. Arahkan
semprotan nozel kebawah.
9.Alat pengetes pompa bahan bakar berfungsi untuk mengukur tekanan penyemprotan, waktu penyemprotan dan kondisi sudut penyemprotan
bahan bakar.


Multimeter adalah sebuah tipe ammeter yang mempunyai coil yang
dapat bergerak-gerak. Alat ini dapat dipergunakan untuk mengukur
tahanan, arus (DC), tegangan (AC/DC) dan daya


Perawatan pada Syistem Pendingin :

· Cek selalu kran-kren isap dan tekan pada sea chest, Filter, pompa.

· Bersihkan Filter secara berkala.

· Cek pipa-pipa dari kebocoran.

· Cek kinerja pompa, pastikan bekerja dengan baik.

· Periksa alat-a;at ukur seperti manometer dan thermometer.

· Cek dan Bersihkan cooler secara berkala serta periksa: 1. Zink 2. Packing-packing nya 3. Pipa-pipa Kapiler didalaamnya.

· Cek selalu water level pada expansion.

Perawatan pada System Pelumasan:

· Cek selalu kondisi minyak lumas (viskositas) dan perhatikan bila ada perubahan. 1. Bila minyak lums berwarna putih susu , maka minyak lumas bercampur dengan air. 2. Bila minyak lumas berwarna hitam, maka minyak lumas bercampur dengan bahan bakar. Maka carilah mana yang bocor lalu segera perbaiki.

· Cek selalu kran-krn isap dan tekan pada filter ,pompa, pastikan tidak macet.

· Bersihkan saringan-saringan minyak lumas secara berkala.

· Cek dn bersihkan cooler secra berkala serta periksa: 1. Zink anodanya 2. Packing-packingnya 3. Pipa kapiler didalamnya.

· Periksa dan lakukan perwatan pda mesin purifier secara berkala.

· Periksa alat-alat ukur seperti manometer dan thermometer

· Cek selalu kinerja pompa, pastikan bekerja dengan baik.

· Cek pipa-pipa darikebocoran yang ada.

Perawatan pada System udara bilas:

· Cek dan bersihkan cooler secara berkala serta periksa: 1. Zink anodanya 2. Packing-packing nya 3. Pipa-pipa kapiler didalamnya

· Bersihkan scaving air trunk dai kotoran-kotoran secara berkala.

· Periksa selalu kinerja pada blower bantu , pastikan kondisi bagus.

· Periksa alat-alat ukur seperti manometer dan thermometer .

· Cek dari kebocoran pada sambungan –sambungan yang ada .

· Bersihkan system secara berkala (flusing) dari kotoran yang menempel pada turbo.

Cara mengukur kelonggaran pada valve:

· Posisikan silinder yang akan diukur pada posisi TOP kompresi.

· Kendorkan dulu pengunci valve.

· Ukurlah menggunakan fuller (alat pengukur kelonggaran) sesuai dengan petunjuk.

· Setelah diukur maka ikat lagi kuatk-kuat.

· Lakukan begitu pada silinder yang lainnya.

· Buatlah daftar pada masing-masing silinder (kolom) seperti contoh yang ada.

Cara Mengukur kelonggara pada metal duduk atau jalan.

· Lepaskan silinder heat dari dudukannya.

· Bersihkan bagian dalam yang mau diukur supaya tidak licin.

· Buatlah data dengan posisi TOP,BOTTOM, STB, PST, BOTTOM STB,BOTTOM PST (seperti contoh yang ada).

· Lakukan pengukuran pada masing-masing posisi tersebut mikro meter.

· Catat dalam table tsb lalu analisa.

Perawatan pada System gas buang:

· Apabila gas buang pada mesin berwarna putih ,maka ada minyak lumas yang ikut terbakar , cari kebocorannya dan perbaiki.

· Apabila gas buang pada mesin berwarna hitam ,maka ada silinder yang pembakarannya tidak sempurna ,cari dan setel lagi timingnya.

· Perhatikan pada expansion join dimasing-masing silinder jangan sampai bocor ,sebab kalau bocor menambah suhu panas kamar mesin dn kadar Co2 tinggi.

· Lakukan perawatan bila ada kerusakan,

Perawatan Pada Mesin Bantu

Furifier

Pesawat yang digunakan unuk membersihkan minyak /minyak lumas darikotoranyangberupa cairan ataupun padat ,dengan cara memberikan gaya sentrifugal.

Karena Furifier adalah pesawat yang yang bergerak maka terdapat system yang menunjang yaitu pelumasan ,maka yang perlu dicek pada system ini adalah:

· Lubriting oil ; Cek jumlah Lub.Oil dengan melihat pada gelas duga dan cek kekentalan atau viskositas.

· Pompa ; Bila pompapada pendistribusian dirasa tidak normal maka segera dicek dan diripair bila perlu.

· Kotora pdat (solid) ; selama pemprosesan berlangsung, maka purifier akan menghasilkn kotoran-kotoran padat yang menempel pada dindidng-dinding dan pada disc-disc nya.Untuk memperoleh hasil yang optimal maka kotoran tersebut harus dibersihkan.Pada setiap jam jaga 4 jam maka paling tidak furifier diadakan blow up untuk membuang kotoran yang menempel.pada jangka waktu tertentu bukalah bagian-bagian furifier dan bersihkan hingga sebersih-bersihnya dari kotoran-kotorannya yang menempel.

Kompressor

Pesawat yang digunakan untuk menghasilakan udara yang bertekanan tinggi dimana udara tersebut berfungsi untuk menjalankan mesin induk atau pesawat lainnya berdasarkan kompresi,

Karena Kompresor adalah untuk mengkompresi,maka didapat kalor yang tinggi ,oleh karena itu kita harus perhatikan;

· Pendinginan ; Untuk menrendam panas akibat kompresi ,supaya mesin tidak pada titik kritis kerusakan.Perhatikan pompa pendingin ,pipa-pipa dank ran-kran pada keadaan bagus.

· Pelumasan ; Untuk mengurangi gesekan –gesekan antara metal,cek jumlah minyak lumas dengan cara melihat delas duga cek kekentalan minyak lumas ,bila sudah encer cepat diganti.

· Valve ; Karena kompresor untuk mendapatkan udara bertekanan maka ceklah valve-valve ya antara isap dn tekan supaya diperoleh tekanan yang sesuai dengan yang diinginkan/diharapkan.Bila valvenya terjadi kebocoran maka cepat ganti supaya takenan maksimal.

Cooler ( Pendingin )

Pesawat yang berfungsi untuk mengambil panas sebagaian dari suatu pesawat dalam proses penbakaran ,supaya mesin terebut tidak rusak akibat panas yang dihasilkan terlalu tinggi.

· Seal ; Periksa seal/packing pad cooler secr berkala sebab bila seal ini membesar maka berakibat berakibat bercampurny air tawar dan air laut yang menantinya akan terbawa ke system pendingin dan mengakibatkan koros pada semua system.

· Zink anoda ; Cek selalu anoda secara berkala agar korosi pada cooler terhindari

· Kotoran_kotorannya ; Bersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada pipa-pipa agar jalannya air lancer ,dan penyesahan panas tidak terhambat.

Sewage Plant

Pesawat yang berfungsi untuk mengolah kotoran manusia menjadi lumpur supaya tidak mencemari lingkungan.

· Air Intake ; Cek saluran pipa air intake jangan sampai tertutup.

Perawatan pada altenator Pembangakit listrik

· Pendingin; cek kondisi kipas pendingin,bersihkan kipasnya secara berkala,suhu kamar

Mesin dijaga agar tidak terlalu panas dengan cara memasang blower.

· Pelumasan; Jaga kondisi minyak pelumas agar tetap , setiap jaga cek suhu minyak pelumasnya, setiap jaga cek level minyak pelumas pada gelas duga, ganti minya pelumas bila sudh berwarn gelap,

· Kebersihan ; Jagalah kebersihan dar Generator setiap hari, Bersihkan debu-debu yng menempel karena akan menempel dan nantinya akan menjadi penghalang dari arus listrik.

· Isolasi Kompresor; adakan mengener test secara berkala.